Senin, 07 Oktober 2013

Pembinaan Minat Membaca Siswa SD.

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Saat ini minat baca masih menjadi perkerjaan rumah yang belum terselesaikan bagi bangsa Indonesia. Berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Pemerintah, praktisi pendidikan, LSM dan masyarakat yang peduli pada kondisi minat baca saat ini telah melakukan berbagai kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat untuk membaca, akan tetapi berbagai program tersebut belum memperoleh hasil maksimal.
       Untuk mewujudkan bangsa berbudaya baca, maka bangsa ini perlu melakukan pembinaan minat baca anak. Pembinaan minat baca anak merupakan langkah awal sekaligus cara yang efektif menuju bangsa berbudaya baca. Masa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan ini akan terbawa hingga anak tumbuh dewasa atau menjadi orang tua. Dengan kata lain, apabila sejak kecil seseorang terbiasa membaca maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa.

 Pada usia sekolah dasar, anak mulai dikenalkan dengan huruf, belajar mengeja kata dan kemudian belajar memaknai kata-kata tersebut dalam satu kesatuan kalimat yang memiliki arti. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Setelah anak-anak mampu membaca, anak-anak perlu diberikan bahan bacaan yang menarik sehingga mampu menggugah minat anak untuk membaca buku. Minat baca anak perlu dipupuk dengan menyediakan buku-buku yang menarik dan representatif bagi perkembangan anak sehingga minat membaca tersebut akan membentuk kebiasaan membaca. Apabila kebiasaan membaca telah tertanam pada diri anak maka setelah dewasa anak tersebut akan merasa kehilangan apabila sehari saja tidak membaca.
Dari kebiasaan individu ini kemudian akan berkembang menjadi budaya baca masyarakat. Akan tetapi, pembinaan minat baca anak saat ini sering terbentur dengan masalah ketersediaan sarana baca. Tidak semua anak-anak mampu mendapatkan buku yang mampu mengugah minat mereka untuk membaca. Faktor ekonomi atau minimnya kesadaran orang tua untuk menyediakan buku bagi anak menyebabkan anak-anak tidak mendapatkan buku yang dibutuhkan. Tidak tersedianya sarana baca merupakan masalah besar dalam pembinaan minat baca anak. Anak-anak tidak dapat memanjakan minat bacanya karena tidak tersedia sarana baca yang mampu menggugah minat anak untuk membaca.
Padahal, pembinaan minat baca anak merupakan modal dasar untuk  memperbaiki dimana kondisi minat baca masyarakat saat ini. 

B.     Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini ialah sebagai berikut:
1.      Apakah pengertian minat baca?
2.      Apakah tujuan pembinaan minat baca?
3.      Apakah faktor pendukung  minat baca?
4.      Apakah faktor penghambat minat baca?
5.      Apakah peranan perpustakaan dalam pembinaan minat baca?
6.      Apakah manfaat membaca?
7.      Bagaimana cara meningkatkan minat baca pada siswa?
8.      Bagaimana upaya untuk menumbuhkan minat baca?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1.      Pengertian minat baca.
2.      Tujuan pembinaan minat baca.
3.      Faktor pendukung minat baca.
4.      Faktor penghambat minat baca.
5.      Peran perpustakaaan dalam pembinaan minat baca.
6.      Manfaat membaca.
7.      Beberapa cara meningkatkan minat baca pada siswa.
8.      Upaya menumbuhkan minat baca.

D.    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:
1.      Menambah pengetahuan dan wawasan tentang minat membaca
2.      Untuk membantu mahasiswa dalam pembahasan materi.
3.      Sebagai sarana untuk menguji dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun makalah.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Minat Baca.
Minat merupakan gambaran sifat dan ingin memiliki kecenderungan tertentu. Minat juga diartikan suatu momen dari kecenderungan yang terarah secara intensif pada suatu tujuan atau objek yang dianggap penting. Objek yang menarik perhatian dapat dapat membentuk minat karena adanya dorongan dan kecenderungan untuk mengetahui, memperoleh, atau menggali dan mencapainya.
Terdapat dua pengertian minat baca yaitu :
1.   Minat baca adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan yang senang terhadap kegiatan membaca dengan kemauannya sendiri.
2.  Minat baca adalah merupakan hasrat seseorang atau siswa terhadap bacaan, yang mendorong munculnya keinginan dan kemampuan untuk membaca, diikuti oleh kegiatan nyata membaca bacaan yang diminatinya. Minat baca bersifat pribadi dan merupakan produk belajar (Sudarman, 1997 : 44).

Ada beberapa jenis minat baca bisa melalui:
1.    Minat baca spontan, yaitu kegiatan membaca yang dilakukan atas kemauan inisiatif pribadi, tanpa pengaruh dari pihak lain atau pihak luar.
2.    Minat baca terpola, yaitu kegiatan membaca yang dilakukan masyarakat sebaga hasil atau akibat Pengaruh langsung dan disengaja melakukan serangkaian tindakan dan program yang terpola terutama kegiatan belajar mengajar di sekolah.

         Tradisi membaca dan menulis memang belum dapat diharapkan dari masyarakat (Sugono, 1995 : 5). Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan membaca. Umumnya kemampuan membaca dimaksud, ditujukan oleh pemahaman seseorang pada bacaan yang dibacanya dan tingkat kecepatan yang dimiliki.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan dalam membaca antara lain :
1. Tingkat inteligensi,
2. Kemampuan berbahasa
3. Sikap, minat, emosi
4. Keadaan membaca
5. Kebiasaan membaca
6. Pengetahuan tentang cara membaca
7. Latar belakang sosial ekonomi dan budaya Pengetahuan

    Untuk memupuk, membina dan membimbing minat baca siswa, maka peranan pendidikan baik guru, orang tua, maupun pendidik yang lain sangat menentukan. Pendidik harus dapat menciptakan lingkungan yang mendidik karena mereka berfungsi sebagai fasilitator sekaligus motivator. Lingkungan pendidikan yang dimaksud adalah situasi belajar mengajar yang lancar. Selanjutnya diharapkan membaca bukan lagi menjadi beban berat, tetapi merupakan suatu kebutuhan. Sehingga tujuan pendidikan nasional dalam menciptakan manusia pembangunan dapat segera terwujud bahkan usaha mencerdaskan kehidupan bangsa akan membuahkan hasil yang dapat diandalkan.

B.       Tujuan Pembinaan Minat Baca.
Secara umum, minat baca bangsa Indonesia terutama anak-anak relatif sangat rendah. Terutama jika dibandingkan dengan minat baca negara-negara berkembang lainnya. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menanamkan minat baca sejak anak-anak usia dini.
Tujuan Umum
Adalah untuk menciptakan masyarakat membaca (reading society),    menuju masyarakat belajar (learning society) dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sebagai subyek pembangunan nasional menuju masyarakat yang madani.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus yang dapat dilakukan adalah :
1.     Menumbuhkan kebiasan membaca pada seseorang, sehingga menimbulkan rasa terbiasa untuk membaca setiap saat.
2.   Mewujudkan suatu sistem penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3.       Mengembangkan masyarakat baca (reading society) lewat pelayanan masyarakat.
4.    Meningkatkan pembinaan minat baca merupakan salah satu tujuan perpustakaan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.

Menurut Welt Gray & Rogers (1995) menyebutkan beberapa manfaat membaca diantaranya :
1.      Meningkatkan Pengembangan Diri
2.      Memenuhi Tuntutan Intelektual
3.      Memenuhi Kepentingan Hidup
4.      Meningkatkan Minatnya Terhadap Suatu Bidang
5.      Mengetahui Hal-hal yang Aktual

C.      Faktor Pendukung Minat Baca.        
Untuk membina dan mengembangkan minat baca siswa tidak bisa terlepas dari pembinaan kemampuan membaca siswa, sebab seperti sudah dijelaskan bahwa untuk menjadi minat harus mampu membaca.
Adapun beberapa faktor dalam pembinaan minat baca. Faktor-faktor ini dapat dibedakan yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
a.   Faktor Internal, adalah faktor yang dipengaruhi oleh diri sendiri akan adanya rasa ketertarikan untuk membaca.
Misalnya ada seorang siswa yang sangat gemar membaca karena dia sangat tertarik untuk mengetahui isi dari sebuah buku yang ia temui, atau dia ingin mengetahui ilmu yang lebih luas lagi melalui membaca buku-buku yang bermanfaat.
b.    Faktor Eksternal, adalah faktor yang dipengaruhi dari luar diri siswa     tersebut atau faktor dari luar.
Misalnya ada seorang siswa yang suka membaca karena terbawa oleh temannya yang kebetulan temannya itu seorang yang gemar membaca. Atau bisa juag karena adanya motivasi yang kuat dari guru dan orang tua murid.

Faktor internal disamakan dengan motivasi internal, sedangkan faktor eksternal disamakan dengan motivasi eksternal (Smit, 584-586).
Adapun faktor –faktor yang mendukung pembinaan minat baca siswa adalah:
·         Secara alamiah orang orang beragama mempunyai kitab suci yang harus di baca
·         Orang yang berpendidikan sudah relatif banyak
·         Bahan bacaan sudah relatif tersedia.
·         Perpustakaan-perpustakaan sudah mulai berkembang
·         Tersedianya perpustakaan yang memadai.
·         Perhatian pemerintah sudah ada walau belum memadai.
·         Faktor transportasi, komunikasi, informasi dan iptek relatif baik.

Untuk meningkatkan minat baca pada siswa ada beberapa kiat yang bisa dilakukan antara lain :
o     Memperkenalkan buku-buku bacaan.
o     Memperkenalkan hasil karya sastrawan.
o     Pameran buku.
o     Majalah dinding.
o     Mengadakan kuis.
o     Memberikan bimbingan membaca.

D. Faktor Penghambat Minat Baca.
Rendahnya minat baca para siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
a.    Karena membaca bukan budaya masyarakat Indonesia. Kita lebih terbiasa mendengar orang tua ataupun kakek nenek kita bercerita dan mendongeng ketimbang membaca buku cerita.
b.  Pengaruh budaya dengar, tonton, dan media elektronik yang berkembang pesat. Anak tidak dibiasakannya mengisi waktu luang dengan membaca buku, sebaliknya tahan berlama-lama menonton televisi. Ada yang mengatakan bahwa budaya membaca di Indonesia yang memprihatinkan ini karena kita langsung meloncat dari budaya lisan ke gambar (televisi dan film). Sedangkan negara-negara barat dimulai dari budaya bicara, baca, baru ke gambar.
c.  Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat pelajar atau mahasiswa harus membaca buku, mencari, dan menentukan informasi lebih dari sumber yang diajarkan di sekolah
d.  Kurang tersedianya buku-buku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, juga menjadi faktor penyebab rendahnya minat membaca. Hal itu diperparah minimnya perpustakaan di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau. Juga kurang memadainya koleksi, fasilitas, dan pelayanan yang ada. Termasuk, tidak meratanya penerbitan dan distribusi buku ke berbagai daerah.
e.       Masih rendahnya kemahiran membaca siswa di sekolah
f.       Banyaknya jenis hiburan, permainan dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku.
g.      Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat siswa/mahasiswa harus membaca buku lebih banyak dari apa yang diajarkan atau mencari informasi dan pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan di kelas.
h.      Belum banyak dirasakan manfaat langsung dari membaca.
i.        Bahan bacaan belum merata.
j.        Pembinaan Perpustakaan belum merata.
k.      Kemajuan Teknologi lebih menarik perhatian.
l.        Daya beli bahan bacaan masih kurang.
m.    Banyak sekolah belum menyelengarakan perpustakaan sekolah.
n.      Tidak adanya tenaga pustakawan yang tetap, kebanyakan perpustakaan dikelola oleh seorang guru atau tenaga administrasi sekolah yang tidak sepenuhnya paham tentang Perpustakaan.
o.      Koleksi perpustakaan sekolah umumnya sangat lemah dan belum terarah.
p.      Sumber dana yang sangat terbatas.
q.      Banyak sekolah tidak mempunyai ruangan khusus untuk perpustakaan.

E.     Peranan Perpustakaan dalam Pembinaan Minat Baca.
Salah satu tujuan perpustakaan adalah untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat, untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat dapat dilakukan melalui pembinaan minat baca. Jadi, perpustakaan merupakan ujung tombak dalam pembinaan minat baca. Pembinaan minat baca diperpustakaan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:
  1. Menyediakan Perpustakaan yang representatif, baik gedung maupun ruangan dan perabotan yang memadai
  2. Koleksi yang terus berkembang dan bervariasi
  3. Tenaga pengelola perpustakaan yang profesional
  4. Tersedianya dana secara rutin
  5. Pelayanan perpustakaan yang prima beroreintasi pada kepuasan pengguna.
  6. Mengadakan promosi perpustakaan dan pameran buku.
  7. Menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain untuk meningkatkan pelayanan
  8. Ikut membantu pengembangan perpustakaan dengan cara membaca diperpustakaan

F.     Manfaat Membaca.
Membaca merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus mencerahkan. Membaca membantu kita lebih berwawasan, sukses, dan hidup lebih baik. Tetapi ternyata kegemaran membaca belum dimiliki mayoritas orang, sebab mereka belum mengerti berjuta manfaat dari membaca. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari membaca, yang mungkin dapat menggugah semangat dan kemauan untuk memahami isi buku-buku bacaan, yaitu :
  •         Membaca membangun pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai  disiplin ilmu    sekaligus mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  •      Senang membaca meningkatkan kecerdasan verbal dan linguistik, karena membaca memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata.
  •       Membaca mencegah rabun mata, karena membaca melatih dan mengaktifkan otot-otot mata.
  •      Membaca mencegah kepikunan, karena melibatkan tingkat konsentrasi lebih besar, mengaktifkan, dan menyegarkan pikiran.
  •      Kegemaran membaca membantu meningkatkan kecerdasan, serta meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi.
  •     Membaca membantu memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan memanajemen emosi, dan meningkatkan kemampuan melakukan interaksi sosial positif dimana pun dan kapan pun.
  • Membaca membentuk karakter dan kepribadian, sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan, "Apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan datang".
  • Membaca menjadikan kita lebih dewasa, lebih arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan. 
  • Membaca adalah kegiatan yang sarat manfaat dan sangat penting dalam kehidupan kita. Banyak orang sukses dan cerdas karena kecintaan mereka membaca buku dan belajar.

Oleh sebab itu, tingkatkan intensitas membaca terutama di waktu senggang Anda.

G.      Beberapa Cara Meningkatkan Minat Baca pada Siswa.

     Adapun beberapa cara untuk meningkatkan minat baca pada siswa adalah:
1.    Sistem Pendidikan Nasional dan Kurikulum
Sistem Pendidikan Nasional yang diatur dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 diharapkan dapat memberikan arah agar tujuan pendidikan di tanah air semakin jelas dalam mengembangkan kemampuan potensi anak bangsa agar terwujudnya SDM yang kompetitif dalam era globalisasi, sehingga bangsa Indonesia tidak selalu ketinggalan dalam kecerdasan intelektual. Oleh sebab itu penyelenggaraan pendidikan harus memenuhi beberapa prinsip antara lain :
1)      Sebagai suatu proses pembudayaan  dan  pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
2)      Mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung.

Kedua prinsip di atas harus saling berkaitan. Artinya dalam proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat, harus diisi dengan kegiatan pengembangan budaya membaca, menulis dan berhitung. Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi khususnya dalam Bahan Kajian Bahasa Indonesia harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan alokasi waktu yang cukup memberi kesempatan banyak untuk membaca.
 Demikian pula dalam bahan kajian seni dan budaya, cakupan kegiatan menulis harus jelas dan berimbang dengan kegiatan menggambar/melukis, menyanyi dan menari. Kegiatan membaca dan menulis tidak saja menjadi prioritas dalam Bahan Kajian Bahasa Indonesia dan Bahan Kajian Seni dan Budaya, tetapi hendaknya juga secara implisit harus tercantum dalam bahan-bahan kajian lainnya.

2.      Paradigma Tenaga Kependidikan
Guru, dosen maupun para pustakawan sekolah sebagai tenaga kependidikan, harus merubah mekanisme proses pembelajaran menuju “membaca” sebagai suatu sistem belajar sepanjang hayat. Setiap guru, dosen dalam semua bahan kajian harus dapat memainkan perannya sebagai motivator agar para peserta didik bergairah untuk banyak membaca buku-buku penunjang kurikulum pada bahan kajian masing-masing. Misalnya dengan memberi tugas-tugas  rumah setiap kali selesai pertemuan dalam proses pembelajaran. Dengan sistem reading drill secara kontinu maka membaca akan menjadi kebiasaan peserta didik dalam belajar.
Pustakawan pada perpustakaan sekolah yang didukung oleh para guru kelas sedapat mungkin harus dapat menciptakan “kemauan” para peserta didik untuk banyak membaca dan meminjam buku-buku di perpustakaan. Sistem promosi perpustakaan harus diadakan dan diprioritaskan secara kontinu agar perpustakaan dikenal apa fungsi, arti, kegunaan dan fasilitas yang dapat diberikannya. Tanpa promosi perpustakaan yang gencar, mustahil orang akan mengenal dan tertarik untuk datang ke perpustakaan.

3.      Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dengan Baik
Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar di sekolah, perpustakaan sekolah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Melalui penyediaan perpustakaan, siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar (Darmono, 2001 : 2). Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar mengajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Perpustakaan harus dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Pemanfaatan perpustakaan sekolah secara maksimal, diharapkan dapat mencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca, memahami pelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu. Kebiasaan membaca buku yang dilakukan oleh siswa, akan meningkatkan pola pikirnya sehingga perlu dijadikan aktivitas kegiatan sehari-hari. Buku harus dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok siswa dalam membantu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Perpustakaan sekolah dapat dijadikan sumber belajar siswa baik dalam proses kegiatan belajar mengajar secara formal maupun non formal untuk membantu sekolah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan di sekolah tersebut. Hal penting yang harus dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa adalah dengan melengkapi koleksi perpustakaan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sudah saatnya perpustakaan sekolah tidak hanya berisi buku-buku paket, koleksi perpustakaan juga dapat berupa buku-buku bacaan yang mampu menarik minat siswa untuk membaca.

4.      Motivasi Guru dan Keluarga
Pada dasarnya, pihak sekolah / guru bertanggungjawab ikut menumbuhkan minat baca bagi siswa, karena dari sanalah sumber kreatifitas siswa akan muncul. Sekolah harus mengajar anak-anak berpikir melalui budaya belajar yang menekankan pada memahami materi. Selain itu, juga keluarga harus mendukung, terutama dari orang tua anak-anak yang harus mencontohkan kegemaran membaca kepada anak-anak mereka. Selain itu, orang tua juga harus memperhatian dan mengawasi terhadap kegiatan anak-anaknya. Sementara terkait dengan fasilitas, ketersediaan bahan bacaan di rumah juga dipenuhi agar membuat anak berminat pada kegiatan membaca karena sumber bacaan yang tersedia di rumah.
Berikut ini, hal-hal yang dapat membangkitkan minat membaca :
1.  Sesuaikan tingkat bacaan dengan tingkat kosa kata, sebab keengganan meneruskan bacaan seringkali dikarenakan kita sulit memahami arti katanya.
2.   Luangkan waktu secara rutin untuk membaca (misalnya setengah jam per hari), karena langkah ini lambat laun akan meningkatkan kemampuan memahami berbagai gaya tulisan dan kosa kata baru.
3.   Mencoba menulis tentang apa pun yang dianggap menarik, misalnya : tentang perasaan, pengalaman, cara memandikan kucing, menanam pohon, membuat kue, dan lain sebagainya. Mencoba menulis akan meningkatkan minat membaca.
4.  Berusaha menggunakan waktu untuk membaca dengan selalu membawa bahan bacaan dimana pun berada. Simpan buku atau majalah dalam tas, ruang keluarga atau tempat yang sering Anda gunakan, sehingga memungkinkan Anda menjangkau dan membaca.
5.    Tentukan berapa banyak buku yang ingin Anda baca dalam kurun waktu tertentu. Mulailah memasang target dengan disiplin tinggi, karena langkah ini melatih kemampuan meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca lebih banyak hal.
6.    Buatlah daftar buku yang sudah Anda baca dan catatan isi buku tersebut. Simpanlah catatan tersebut dengan rapi di tempat favorit Anda, misalnya : di buku harian, di komputer, di lemari, dan lain sebagainya.
7.     Matikan televisi, karena televisi tidak mengajak kita aktif  belajar dan berpikir kreatif. Daripada waktu terbuang untuk memindah channel televisi mencari acara televisi yang bagus, bisa jadi waktu tersebut sudah cukup banyak untuk menyelesaikan membacasebuah buku.
8.    Bergabunglah dengan kelompok baca, dimana dalam  periode tertentu para anggotanya berkumpul untuk mendiskusikan topik bacaan yang telah sama-sama tentukan sebelumnya. Berkomitmen terhadap kelompok baca memberikan momentum yang lebih besar untuk menyelesaikan bacaan buku, dan menciptakan forum yang luar biasa untuk berdiskusi dan bersosialisasi seputar tema buku
9.      Sering-seringlah mengunjungi toko buku atau perustakaan, karena kesempatan melihat-lihat buku akan melatih mental membaca sebagai kebutuhan dan menginspirasi banyak hal baru yang menarik untuk dibaca.
10.  Bangunlah strategi, yaitu dengan menentukan sendiri cara yang baik menurut Anda untuk meningkatkan aktivitas membaca, sehingga Anda semakin rajin membaca dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari buku yang Anda baca.

H.      Upaya Menumbuhkan Minat Baca.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca adalah:
1. Proses pembelajaran di sekolah harus dapat mengarahkan kepada peserta didik untuk rajin membaca buku dengan memanfaatkan literatur yang ada di perpustakaan atau sumber belajar lainnya.
2.    Menekan harga buku bacaan maupun buku pelajaran agar terjangkau oleh daya beli masyarakat.
3.    Buku bacaan dikemas dengan gambar-gambar yang menarik.
4.    Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca anak.
5.    Menumbuhkan minat baca sejak dini.
6.    Meningkatkan frekuensi pameran buku di setiap kota/kabupaten dengan melibatkan penerbit, LSM, perpustakaan, masyarakat pecinta buku, Depdiknas, dan sekolah-sekolah
7.    Di rumah orang tua memberikan contoh membaca untuk anak-anaknya.


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Pembinaan dan Pengembangan minat baca siswa tidak terlepas dari pembinaan kemampuan siswa dalam membaca, sebab untuk menjadi orang yang minat tentu harus mampu membaca. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1.    Bahwa minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak relatif rendah. Mereka lebih senang mencari hiburan pada acara di TV, warnet, mall, playstation atau tempat hiburan lainnya dibanding membaca buku di perpustakaan
2.    Minat baca perlu ditumbuhkan sejak usia dini. Sejak mereka telah bisa membaca
3.    Sekolah dan guru belum membudayakan siswa untuk menggunakan perpustakaan sebagai salah satu sumber pelajar. Sehingga siswa sangat rendah apresiasinya terhadap karya sastra maupun buku maupun karya tulis lainnya.
4. Perpustakaan merupakan faktor yang terpenting dalam meningkatkan Pembinaan minat baca masyarakat.
5.   Pembinaan minat baca merupakan salah satu tujuan perpustakaan dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
6.    Minat dan gemar membaca tidak dengan sendirinya dimiliki oleh seseorang, untuk itu harus dipupuk dan dibina mulai dini.
7. Karena pentingnya pembinaan minat baca untuk itu semua unsur, maka semua unsur harus ikut bertanggung jawab, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah melalui perpustakaan dan pemerintah.

B.       Saran.
Berdasarkan simpulan tersebut diatas, maka dapat dikemukakan saran-saran untuk menumbuhkan minat baca anak sebagai berikut :
1. Perlu digalakkan event-event (acara) yang dapat menumbuhkan minat baca di masyarakat luas, seperti acara-acara yang mengangkat dunia literasi sudah diselenggarakan di Indonesia, diantaranya ada “Hari Buku Nasional” dan “Hari Kunjungan Perpustakaan”.
2.  Orang tua dapat menjadi contoh di rumah dengan membiasakan membaca apa saja, menyediakan bahan-bahan bacaan yang menarik dan mendidik, mengajak anak berkunjung ke pameran buku sesering mungkin dan memasukkan anak menjadi anggota perpustakaan.
3.    Memperbanyak jumlah perpustakaan secara merata di setiap kota/kabupaten di Indonesia.
4.  Orang tua dan guru sebaiknya memberikan motivasi yang kuat bagi anaknya supaya minat baca meningkat.


DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim. 2002. Peningkatan Minat Baca. Jakarta: Erlangga.
Basuki, Sulistyo.1992. Pengantar Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Gramedia.
Soedarso, 1988. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Balai Pustaka.
Nurhadi, Imam. 1988. Pembinaan Minat, Kebiasaan dan Budaya Baca. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Baderi, H. A. 2005. Meningkatkan Minat Baca Masyarakat melalui Suatu Kelembagaan Nasional, Wacana ke Arah Pembentukan Sebuah Lembaga Nasional Pembudayaan Masyarakat Membaca. Orasi Ilmiah Pengukuhan Pustakawan Utama. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (www.republika.co.id)
http//wikipedia.com
http//duniaperpustakaan.com





0 komentar:

Posting Komentar